Minggu, 24 Januari 2010

jalan!... sepanjang-panjangnya jalan...

"berharap jalan yang sedang ku lewati berliku, terjal dan penuh lubang, tapi begitu sudah aku lewati semua orang dapat berjalan dengan menutup mata"...


yah... satu kalimat ungkapan cita-cita dari seseorang yang punya harapan besar buat dirinya dan orang lain. dan kalau saya tau dimana jalan yang pernah di lewati orang itu, saya akan mengajak orang-orang untuk melewatinya.
kenapa ya, saya musti ngajak orang-orang ?

selama belum menemukan jalan itu, kenapa ngga berjalan di jalan yang memang bisa dilewati. jangan pernah mengambil resiko untuk melewati jalan yang kita tidak tau kemana arah jalan tersebut. atau jangan juga kita nekat untuk menerobosnya...
ada yang bilang "kalau tidak berani mengambil resiko, sulit untuk bisa menentukan masa depan kita akan cerah". tapi masa depan cerah bukan ditentukan oleh berani atau tidak mengambil resiko. orang yang bermasa depan cerah karena berani mengambil resiko terlebih karena sifatnya accidental dan itu 1001. 1 bermasa depan cerah dan 1000 bermasa depan tidak cerah. coba kita tanya pada orang yang memiliki masa depan cerah, bukan bertanya pada rumput yang bergoyang. kita harus reaslistis bung!.

orang yang memiliki masa depan cerah pasti bilang. "saya berjalan di jalan yang memang bisa saya lewati, dan saya tau kemana jalan ini akan menuju".

tuh kan!... bener!

jadi kalau mau jalan harus tau jalan, karena kalau ngga pasti ngga bakal jalan-jalan. lalu pilihannya bisa sendiri dan bisa jalan berdua...

Skala Prioritas

ketika harus harus memilih, maka jawaban saya pada C dan bukan A atau B. kenapa milih C...


karena C lebih penting dari A dan B... Ooh..

kenapa C lebih penting ?
kenapa tidak A atau B yang kamu kerjakan lebih dulu ?
kenapa...
kenapa...
kenapa...

terus akan ada pertanyaan yang harus kita jawab kenapa C lebih penting. sesuatu hal yang lebih penting dari yang lainnya memang harus prioritaskan atau kita dahulukan untuk di tuntaskan. tapi kalau melakukan hal yang tidak penting terlebih dahulu setidaknya kita akan menuai kerugian, dan itu sudah dapat di pastikan.

berpikir sebelum bertindak memang perlu tapi yang harus di pikirkan adalah memilih mana yang lebih penting, dan jangan berpikir mana yang lebih enak atau mana yang lebih asik. memilih yang lebih penting bisa juga di bilang perbuatan bijak yang bisa menyelamatkan diri kita, coba aja deh... atau kalau takut mencoba tanya sama orang yang pernah melakukan itu. atau kita lihat orang yang punya skala prioritas, pasti hidup sangat simple dan tidak rumit seperti apa yang kita bayangkan, karena hasil orang tersebut pasti lebih baik dan lebih banyak dari kita.

nah sekarang kan udah tau kenapa harus memilih C... jadi nggak ada salahnya dong, kalau kita juga tau mana harus di prioritas dan mana yang harus di kerjakan nanti. ini bukan soal perasaan tapi ini soal berpikir.

coba posisikan rasio di atas rasa... berpikir sebelum bertindak itu sangat luar biasa, tapi bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu itu akan membuat kita binasa.

skala prioritas bukan istilah baru, cuma masalahnya kita yang nggak mau tau.

seri : ngelantur

Smees! Wanita Pujaan..

Dalam pertandingan final Bola Volly antar SMU se kota Garut, SMU Karang Pawitan berhadapan dengan SMU Negeri Pamempeuk. Lisna salah satu pemain dari SMU Karang Pawitan merupakan andalan tim sekolahnya. Pertandingan dimenangkan oleh SMU karang Pawitan, dan Lisna terpilih sebagai pemain terbaik juga terpilih untuk ikut seleksi masuk tim bola volly Jawa Barat untuk menghadapi pertandingan Kejuaran antar daerah yang akan dilaksanakan di Jakarta.

Kepergian Lisna ke kota Bandung tidak mendapat izin dari orang tuanya, karena orang tua Lisna tidak ingin lisna meninggalkan sekolah dan takut sekolah menjadi berantakan karena terus bermain volly. Lisna yang pada dasarnya merupakan anak penurut mengalami dilema, kebimbangan lisna akhirnya dapat diakhiri karena dukungan maman yang selalu membujuk lisna untuk ikut seleksi ke bandung. Dukungan maman tidak lebih karena maman menaruh rasa suka pada lisna.

Maman yang merupakan teman satu sekolah dan teman sekampung, mau menemani dan membantu lisna ikut dapat ikut seleksi ke Bandung. Lisna berbohong pada orang tuanya dengan mengatakan alasan lain untuk dapat pergi ke Bandung, lisna berkonspirasi dengan maman. Akhirnya lisna dan maman berangkat pergi ke kota Bandung untuk ikut seleksi masuk tim jawa barat.

Ternyata seleksi dilaksanakan selama seminggu, tidak seperti yang dikira lisna dan maman. Lisna terpaksa untuk mengikuti seleksi selama seminggu, tapi lisna bingung karena takut orang tuanya khawatir dan lisna tidak tau mau nginap selama seminggu di kota bandung. Maman mengajak lisna untuk menginap dirumah bibinya manan. Sementara itu di kampung orang tua lisna mulai khawatir karena sudah dua hari lisna tidak pulang.

Di hari ke empat orang tua lisna menyusul lisna ke bandung dan mencari lisna berdasarkan infomasi yang didapat orang tua lisna dari sekolah lisna, kalau lisna pergi ke bandung untuk mengikuti seleksi. Orang tua lisna dapat menemui lisna di GOR Padjajaran yang akan mengikuti tahap akhir seleksi yang juga hari penentuan terpilih atau tidak masuk tim jawa barat. Orang tua lisna memaksa lisna untuk pulang, tapi lisna minta waktu untuk dapat mengikuti seleksi sehari lagi setelah itu baru dia mau pulang.

Lisna terpilih masuk tim mewakili jawa barat untuk ikut bertanding ke jakarta. Pemda Jawa Barat meminta izin kepada sekolah lisna untuk bisa ikut persiapan selama sebulan menjalani latihan di bandung. Maman bingung karena tidak bisa setiap hari menemani lisna untuk latihan dan tidak mungkin karena maman harus sekolah. Maman hanya bisa mengunjungi lisna seminggu sekali ke bandung.

Selama latihan lisna dekat dengan sujana salah satu pemain tim putra jawa barat yang berasal dari kota bandung. Sujana jatuh cinta pada lisna karena selain cantik juga jago main volly dan berkepribadian sederhana. Lisna menceritakan pada Manan saat mengunjungi Lisna seperti biasanya, kalau dirinya mulai jatuh cinta pada seseorang, Maman tertunduk sambil tersenyum sipu, jantung berasa berdebar-debar tidak karuan. Ternyata Lisna dapat merasakan apa yang selama ini Maman harapkan, itu kata hati kecil Manan penuh harapan. Tapi saat itu juga hati Maman berkecamuk, air mukanya padam, tatapan matanya kosong. Setelah Lisna mengatakan ada benih cinta tumbuh yang ditanam Sujana dalam hatinya.

Maman hanya bisa menjadi penonton, menyaksikan Lisna men-smess bertubi-tubi tim lawan mainnya, Manam tau dan bisa merasakan smess Lisna kencang dan tajam. Tepuk tangan riuh menyemangati tim jawa barat, Maman tersenyum sambil melangkah pergi sebelum pertandingan usai. Maman hanya bisa berharap Lisna pulang ke kampung dengan membawa kebanggaan seperti Maman yang selalu bangga karena pernah dan akan selalu mencintai Lisna.

Jakarta, 2007

mengeluh di facebook...

hujan… sekarang memang lagi musim hujan.

buat para petani, musim hujan adalah musim yang selalu dinanti-nanti. musim hujan adalah berkah, kata petani. walau kadang jika hujan turunnya melimpah bisa menjadi bencana yang bisa mengagalkan hasil panen padi disawah pak tani dan bu tani, tapi itu jarang terjadi dan lebih banyak membawa manfaat ketimbang bencana.

loh… lalu apa hubungannya petani dengan facebook.

ketika musim hujan datang hingga musim hujan berakhir petani selalu berdoa mengucap syukur karena lahan bertaninya menjadi subur. tapi bagi para beberapa facebooker membuat jadi lebih rajin membuat status jika hujan turun, apalagi jika hujan turun disela-sela kesibukan para facebooker diluar rumah atau kantor.

hujan turun atas kehendak alam, alam di ciptakan atas kehendak Yang Maha Kuasa beserta isinya.. isinya itu, ya termasuk petani dan facebooker. lalu kenapa petani bisa selalu bersyukur dalam doanya ketika hujan turun sementara para beberapa facebooker selalu membuat status yang isinya bisa membuat Yang Maha Kuasa marah… “MENGELUH DI FACEBOOK” jika hujan turun.