Rejeki setiap manusia sudah pasti tidak akan tertukar dan dijamin setiap manusia ada rejekinya oleh Tuhan...
Sedap! pengantarnya ditulis butuh kenyakinan tingkat tinggi..
Ini jelas hubungannya dengan apa yang sudah dan sedang saya jalani saat ini semenjak tahun 2004, dimana saat itu setelah saya lulus kuliah lalu mengambil kursus singkat sinematografi di Kursus Pengetahuan Umum Sinematografi PPHUI di Bilangan Kuningan. Berani mengambil keputusan itu semata-mata karena kecintaan saya dengan film, dan entah kenapa bisa tumbuh rasa cinta itu.
Berkerja di Film pendekatannya lebih karena saya terjebak dengan proses kreatif yang menarik dalam proses pembuatan film. Sejak saat itulah saya memutuskan untuk menjadi pekerja film dan menekuni hingga saat ini. berkerja, belajar dan mengevaluasi diri adalah rangkaian penting ketika kita berkerja di dunia kreatifitas, tapi setelah saya menyadari kalau saya kurang mengevaluasi diri selama berkerja di film menyebabkan saya banyak kekurangan dan terasa lambat karier saya beranjak. Seperti halnya pekerjaan bidang lain, setiap orang pasti membutuhkan karier, karier merupakan tolak ukur seseorang berhasil atau tidak, karena target yang tidak tercapai maka karier tidak akan beranjak.
Tetap berkerja di film adalah pilihan hidup saya, tetap berkerja di film adalah masa depan saya. ketika menentukan pilihan tetap saya harus mencapai target, target yang dituju harus jelas. mencapai kejelasan itu harus sesuai prosedur sesuai caranya, presedur dan caranya itu harus di pelajari dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Masih tetap dengan pilihan saya hingga tulisan ini saya publish di blog saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar